Setelah tampaknya pensiun sungguhan, Hayao Miyazaki meninggalkan
tahta sutradara animasi terbaik di Jepang kosong untuk sementara.
Kira-kira siapa sutradara anime yang bisa menggantikan Miyazaki?
NTT Docomo menanyakan hal ini pada para masyarakat Jepang, terutama pecinta film. Jawabannya?
Sang putra mahkota, anak kandung dari Hayao Miyazaki sendiri-lah yang
menempati urutan teratas sebagai dari Sutradara anime yang paling
diharapkan masyarakat Jepang untuk memikul bendera film animasi Jepang,
Goro Miyazaki.

Tampak seperti hal yang sudah sepantasnya? Turunan gen unggul? Tidak
juga. Meskipun kebanyakan orang berpikir Goro tumbuh dalam lingkungan
yang ideal untuk mengasah kemampuannya sebagai sineas, kenyataanya
berbalik. Pencapaian terbesar Goro sejauh ini adalah Museum Ghibli
sebagai desainer. Dan film pertamanya, Tales of the Earthsea, mendapat
respon yang jauh dari kata memuaskan, apalagi memenuhi ekspektasi dari
karya keluarga Miyazaki. Karya kedua, From up on the Poppy Hill, yang
skenarionya dibantu oleh sang ayah, meskipun dikatakan adalah
peningkatan besar dari film pertamanya, tetap tidak dapat mencapai
standar Ghibli era Hayao. Bahkan meski dibandingkan dengan saat Hayao
Miyazaki belum menjabat sebagai sutradara.
Diatas semua fakta itu, masyarakat Jepang tetap berharap banyak pada
sang putra. Dengan lebih dari 2000 suara, mengungguli urutan kedua,
Hideaki Anno, dengan lebih dari 600 suara.

Hideaki Anno, sang sutradara yang terkenal dengan film Evangelion-nya
mungkin tidak banyak berkiprah diluar seri legendaris itu. Tetapi latar
belakangnya sebagai sineas yang juga bergelut banyak di bidang animasi
dan sulih suara, (tidak tanggung, Anno berperan sebagai salah satu
karakter utama di film teranyar Ghibli, Kaze Tachinu) meyakinkan banyak
orang bahwa Anno adalah salah satu sineas dengan spek rata-rata paling
tinggi di seluruh Jepang. Anno berhasil meraup lebih dari 1400 voter.

Goro Miyazaki dan Hideaki Anno adalah 2 yang berhasil meraup suara
lebih dari 1000 orang. Meskipun begitu, di urutan ketiga kita ada sang
maestro di balik Summer Wars dan Wolf Children. Gaya penyutradaraan
Mamoru Hosoda adalah yang paling mirip dengan Hayao Miyazaki
dibandingkan dengan anaknya sendiri atau Anno sang teman dekatnya.
Menjadikan Hosoda salah satu favorit pemilih.

Tampaknya memang “Spek Miyazaki” menjadi salah satu daya tarik
masyarakat Jepang dalam memilih sineas animasi. Tapi akhirnya di
peringkat 4 ada sesuatu yang berbeda. Mamoru Oshii, yang portofolionya
termasuk Ghost in the Shell dan Angel’s Egg menempati posisi 4. Tapi
mungkin kita harus menunggu sedikit lama sebelum beliau kembali ke
animasi, karena setelah Sky Crawler di tahun 2008, beliau sibuk
mengerjakan Patlabor live action.

Di peringkat kelima ada Katsuhiro Otomo. Sang kreator, mangaka, dan
sutradara dari salah satu karya legendaris lainnya Akira. Otomo masih
menyibukkan diri dengan mengawasi kelanjutan proyek live action
manga-nya yang sampai sekarang belum terlihat titik terangnya. Tapi
selain Akira ia juga menyutradarai kumpulan cerita pendek yang dijuduli
Short Stories.
Terlihat sekali kesamaan 5 sutradara terbaik di atas itu; Semua
karya-nya sama-sama dapat menjangkau mereka yang bahkan bukan otaku
anime atau manga. Terutama Goro Miyazaki, nyaris semua orang biasa yang
kita kenal kalau ditanya sutradara anime, mereka akan menjawab Hayao
Miyazaki. Nama “Miyazaki” sudah seperti pahlawan nasional film animasi,
sang penggebrak yang menghancurkan tembok antara fans anime dan orang
biasa. Seperti Walt Disney yang menggebrak dunia orang biasa dengan
kartunnya.
Total ada 19 sutradara yang terpilih dalam poling ini, sisanya antara lain;
6. Makoto Shinkai (Byousoku 5cm, Kotonoha no Niwa)
7. Yoshiyuki Tomino (Mobile Suit Gundam, Aura Battler Dunbine)
8. Gisaburo Sugii (Street Fighter II: The Animated Move, Arashi no Yoru ni)
9. Hiroyuki Morita (The Cat Returns, Bokurano)
10. Goro Taniguchi (Planates, Code Geass: Lelouch of the Rebellion)
11. Seiji Mizushima (Fullmetal Alchemist, The Slayers: Next)
12. Tsutomu Mizushima (Girls und Panzer)
13. Akiyuki Shinbo (Puella Magi Madoka Magica)
14. Yutaka Yamamoto (Fractale)
15. Keiichi Hara (Crayon Shin-chan, Doraemon)
16. Hiromasa Yonebayashi (The Secret World of Arrietty)
17. Junichi Sato (Aria)
18. Tatsuyuki Nagai (Princess Tutu)
19. Hiroyuki Okiura (A Letter to Momo)
Jadi? Menurutmu siapa yang pantas menjadi Miyazaki berikutnya?
Source