Valentine di Jepang adalah sebuah event yang berjalan 1 arah, dengan para wanita memberikan coklat kepada pria (Berkebalikan
dengan di Indonesia, yang saya dengar di radio banyak yang mengeluh
saat pasangan lelakinya tidak memberikan coklat). Mungkin kamu
pikir hal ini akan ditentang secara keras oleh para wanita, bagaimana
mereka harus repot-repot membuat coklat untuk pasangan sekaligus
membelikan coklat kepada semua relasinya di kantor? Ya, kamu salah.
Survey telah membuktikan bahwa 90 persen lelaki Jepang mengatakan sebaiknya para gadis tidak perlu repot membuat coklat, karena mereka juga tidak peduli. Sungguh suatu statement yang sangat bertolak belakang dengan para jomblo, mungkin orang-orang ini tidak mau menjadi gendut.Kali ini jumlah respondennya mencapai 200 orang dan masing-masing ditanyakan mengenai giri-choco, atau coklat obligasi, (hadiah hiburan kalau saya boleh menafsirkannya lebih lanjut) yang diberikan para wanita Jepang kepada rekan kerjanya, atau lelaki lain yang
Mungkin salah satu alasan utama menolak tawaran manis dari para wanita ini adalah, giri-choco adalah sebuah alat untuk menjebak para lelaki saat hari Valentine. Tentu coklat yang ditawarkan mungkin adalah coklat dari perusahaan terkenal, Godiva misalnya, namun jebakan itu tidak berhenti disitu. Para lelaki diharuskan untuk membalas perasaan para wanita ini sebulan kemudian pada “White Day” dan biasanya, hadiah kembaliannya harus 3 kali lebih mahal daripada apa yang para lelaki ini terima. Ini adalah investasi yang baik untuk si wanita, mungkin bahkan bisa dijadikan bisnis olehnya. Namun tidak begitu untuk para lelaki, mungkin mereka tidak mau memberikan apa-apa kepada wanita yang bahkan tidak bisa menjanjikan perasaannya kepadanya.
Honmei-choco, adalah coklat yang diincar oleh para lelaki haus cinta ini, coklat yang berisikan “perasaan sejati” si perempuan dan itu berarti juga coklat yang dibeli dari perusahaan besar yang menandakan dalamnya perasaaanmu kepadanya.
Ironisnya, coklat mahal ini lebih menunjukkan dalamnya perasaan si wanita kepada kamu dibandingkan coklat buatan sendiri yang ditolak mentah-mentah oleh para lelaki yang tidak mereka pedulikan. Bukankah lebih susah dan repot membuat coklat sendiri ya?
Para pengguna internet di Jepang (yang kira-kira kebanyakan adalah lelaki) langsung merespon kepada survey ini dengan komentar di bawah:
- “Aku senang mendapat coklat, tapi aku benci harus membelikan sesuatu untuk balasannya”
- “Honmei-choco itu yang paling parah, karena kamu harus membelikan sesuatu yang super mahal di White Day!”
- “Untuk semua cowok yang komplain: itu salahmu sendiri yang berpikir giri-choco yang kamu dapat adalah honmei-choco!”
Tapi ingat, masih ada 10 persen responden yang berkata kalau mereka akan “sedih dan kesepian” bila tidak mendapatkan coklat valentine. Bila kalian ingin menyenangkan hati mereka, jangan dilupakan ya!
Source
Tidak ada komentar:
Posting Komentar